Mahasiswi UNS asal Kamboja resmi menyandang gelar dokter

Share on Google+0Share on LinkedIn0Pin on Pinterest0Share on Tumblr0Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Email this to someoneBuffer this page

Mahasiswi UNS asal Kamboja resmi menyandang gelar dokter 2

Sabtu, 30 Juli 2016 adalah hari yang sangat berkesan bagi sebagian mahasiswa program studi Pendidikan Dokter Universitas Negeri Sebelas Maret. Pada hari itu, 54 mahasiswa Pendidikan Dokter resmi dilantik menjadi dokter muda pada acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter ke 197 Universitas Sebelas Maret.

Rasa bahagia nan bangga nampak dari senyum ceria para dokter muda setelah sumpah dokter mereka ikrarkan. Seorang perwakilan dari mereka mengatakan dalam sambutannya bahwa dia begitu bahagia dan hampir tidak percaya dirinya resmi menyandang gelar dokter. Kebahagiaan yang dia dan rekan-rekannya rasakan sekarang ialah buah manis dari segala perjuangan dan kerja keras yang mereka upayakan, mulai dari kuliah, ujian skripsi, dan co-assistant.

Mahasiswi UNS asal Kamboja resmi menyandang gelar dokter 3

Diantara dokter-dokter muda yang berbahagia itu adalah seorang dokter muda cantik asal Kamboja, Sales Pousror. Pousror mendapatkan beasiswa dari IDB dan memilih kuliah di UNS setelah mendapatkan informasi dari senior yang pernah kuliah di UNS dan organisasi yang dia ikuti. Pousror merasa senang telah berhasil menyelesaikan studinya di UNS dan meraih gelar dokter,

Dulu Pousror terkendala bahasa saat awal masuk kuliah. “Awalnya itu saya masuk UNS, saya belum bisa bahasa Indonesia. Saya hanya kursus bahasa Indonesia selama empat bulan, dan langsung masuk kuliah. Waktu itu susah sekali karena di kedokteran, kami ada diskusi tutorial, yang mahasiswanya harus benar-benar berbicara, harus diskusi”, ungkapnya di sela-sela acara pelantikan. Namun sekarang, Pousror sudah sangat mahir berbahasa Indonesia setelah kurang lebih enam tahun tinggal di Indonesia. Pousror juga sempat mengalami masalah dengan makanan. Menurutnya, makanan disini terlalu pedas, atau manis, dan kering, sedangkan di Kamboja tidak, lebih banyak makanan berkuah.

Mahasiswi UNS asal Kamboja resmi menyandang gelar dokter 1

Pousror sudah merencanakan langkah-langkah yang akan dia ambil begitu kembali ke negara asalnya. “Nanti akan mengikuti pendaftaran di bagian pemerintahan, di menteri kesehatan Kamboja, setelah itu mungkin lanjut spesialis, tapi ya belum tahu”, ungkapnya.

Share on Google+0Share on LinkedIn0Pin on Pinterest0Share on Tumblr0Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Email this to someoneBuffer this page